“Lamun geus panén, hayang naon tinggal metik. Hayang duren, jambu, atawa matoa, sadayana aya di sabudeureun imah (Saat tiba waktu panen, ingin apa saja tinggal petik durian, jambu biji, atau matoa, semuanya ada di sekitar rumah,),” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan syukuran ditutup dengan acara makan liwet bersama atau yang dikenal sebagai botram. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap pembangunan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan bersama.
“Jalan leucir, cai ngalir, beuteung buncir, jeung huntu nyengir,” menjadi harapan yang digaungkan, bahwa jalan yang baik akan membawa kelancaran, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi masyarakat. (Riyan Kurnia)





