Zero to Hero: Kiprah Boyke Soerianata, Keturunan Perintis Purwakarta di Amerika

Boyke Soerianata (tengah) master teknisi Harley-Davidson asal Indonesia, bersama rekan komunitas dan saat beraksi di bengkel. Foto: dok. Pribadi

Dia merasa saat itu banyak yang meremehkannya. Soalnya dia terlihat kecil dari segi fisik, kulit sawo matang yang berbeda dari kebanyakan orang Amerika. Bahkan, saat pertama kali bekerja sebagai teknisi, Boyke sempat dikira petugas bersih-bersih.

“Aku disuruh suruh untuk ngepel. Aku bilang aku teknisi. Dia minta maaf. Pada nggak nyangka,” ujarnya sambil tertawa..

Dua bulan pertama bekerja di dealer Harley-Davidson, Boyke digembleng habis-habisan. Pernah ia diplonco oleh seniornya lantaran tidak memiliki alat atau kunci-kunci untuk mengoprek motor.

Baca Juga:  Haul Akbar Kasepuhan Bogor: Mengenang Para Leluhur, Termasuk Pendiri Purwakarta

“Karena tools itu lo harus punya, minimal 2 set. Kayak contoh kunci 1/2 itu minimal harus 2, karena 1 kadang-kadang ada error bisa ada cadangannya. Pas aku nggak punya tools, dimaki-maki itu. Tools aja nggak punya, mau jadi teknisi di Amerika nggak punya tools. Akhirnya aku dikasih pinjam tapi harus kasih makan siang buat senior. Diplonconya kayak gitu. Tapi setelah dua bulan, tambah akrab. Kalau biker kan begitu, semakin kenal brotherhood-nya tambah akrab” kenangnya.

Baca Juga:  Nata Sutisna, Pemuda Asal Purwakarta Diundang ke Amerika Serikat untuk Riset Perdamaian dan Dialog Lintas Iman

Kini, Boyke telah menjadi master teknisi Harley-Davidson. Tugasnya adalah menangani masalah-masalah motor dengan tingkat kesulitan menengah. Misalnya, memperbaiki masalah suara-suara aneh di mesin, menangani masalah aki yang tidak bisa ngecas, sampai upgrade performa motor milik konsumen untuk menambah horse power.