Sorawarga

Entomofagi sebagai Inovasi Pangan Fungsional untuk Mendukung SDGs 2 (Zero Hunger): Potensi Jangkrik sebagai Sumber Protein Berkelanjutan

×

Entomofagi sebagai Inovasi Pangan Fungsional untuk Mendukung SDGs 2 (Zero Hunger): Potensi Jangkrik sebagai Sumber Protein Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi jangkrik. ©Shutterstock/ahnhuynh
Ilustrasi jangkrik. ©Shutterstock/ahnhuynh

Kandungan mineral seperti zat besi, seng, dan kalsium juga lebih tinggi dibanding daging sapi atau ayam. Kombinasi ini menjadikan tepung jangkrik berpotensi sebagai pangan fungsional yang mampu membantu mengatasi hidden hunger (kekurangan mikronutrien).

Dari sisi produksi, jangkrik memiliki efisiensi tinggi karena bersifat poikilothermic (berdarah dingin), sehingga energi yang mereka butuhkan untuk tumbuh jauh lebih kecil dibanding ternak konvensional.

Budidaya jangkrik dalam sistem terkontrol memungkinkan produksi dalam skala besar secara konsisten. Metode ini menghasilkan emisi yang rendah, memakai lahan sangat sedikit (bahkan bisa dilakukan secara vertikal), serta mendukung konsep ekonomi sirkular karena dapat memanfaatkan limbah pangan sebagai sumber pakan.

Baca Juga:  Binzein Pastikan Bantuan Rumah Korban Gusuran di Purwakarta, Ini Syaratnya

Namun, pihak pengembangan produk harus memastikan keamanan pangan agar produk berbasis jangkrik dapat berkembang secara berkelanjutan.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777