“Saya berpegang pada satu prinsip, yaitu sabda Rasulullah SAW, bahwa akhir zaman akan ditandai dengan penurunan moral. Artinya, seiring berjalannya waktu, perilaku manusia semakin memburuk. Oleh karena itu, lagu-lagu bertema seperti ‘Tuturut Munding’ akan selalu relevan, karena akan selalu ada orang-orang dengan perilaku semacam itu,” tambahnya.
Pernyataan itu memperjelas bahwa lagu religi Sunda ini lahir dari kegelisahan, bukan sekadar kreativitas iseng.
Namun mendengarkan Tuturut Munding tentu tak bisa disederhanakan menjadi tudingan. Dalam ajaran Islam sendiri, ada kondisi yang membolehkan seseorang tidak berpuasa, seperti karena sakit, dalam perjalanan, atau keadaan tertentu yang memang mendapat keringanan.
Karena itu, penggalan tentang “jajan samangka” tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai vonis terhadap siapa pun yang terlihat tidak berpuasa.
Lagu ini lebih tepat dipahami sebagai sindiran terhadap sikap abai yang disengaja, atau kecenderungan ikut-ikutan tanpa kesadaran. Ia menyentil perilaku, bukan mengadili keadaan.
Sindiran yang Tidak Berteriak
Kekuatan lirik Tuturut Munding ada pada kesederhanaannya. Tidak ada ceramah panjang. Tidak ada tudingan keras. Yang ada hanya potongan adegan saat orang lain tarawih, ia justru “cindeukul gapleh”. Malam takbiran berkumandang, ia mabuk di pengkolan.
Lagu ini tidak menunjuk siapa-siapa, tapi semua bisa merasa disentuh.
Fenomena Ramadan yang disinggung dalam lagu ini terasa seperti siklus tahunan. Setiap tahun ada yang khusyuk, setiap tahun pula ada yang memilih abai. Dan mungkin, di antara keduanya, ada banyak orang yang hanya ikut arus.
Itulah makna Tuturut Munding yang membuatnya bertahan lebih dari tiga dekade. Ia tidak usang karena yang disindir bukan zamannya, melainkan perilaku manusia yang tak banyak berubah.
Lirik Lagu Tuturut Munding – Doel Sumbang
Tuturut munding ( meureunan reuseup ka munding )
tuturut munding (meureun kasurupan munding )
tuturut munding ( boa boa ngelmu munding )
tuturut munding ( kalakuan siga munding )
Batur lieur, milu lieur
Batur ngaco, milu ngaco
batur gelo, milu gelo
diajak baleg teu daek
Batur saur milu saur
batur buka milu buka
ti beurang batur puasa
manehna jajan samangka
Batur saur milu saur
batur buka milu buka
ti peuting batur taraweh
manehna cindeukul gapleh
Malem lebaran
batur di masjid takbiran
manehna sorangan
mabok AO di pengkolan
Poe lebaran
batur salembur solat ied
manehna ngajoprak
dipepende ku jin iprit.
(hen)





