Mengenal Desa Bendul, Sudah Ada Sejak Pemerintahan Belanda Tahun 1911

PURWAKARTAUPDATE.com | Desa Sukatani yang berlokasi di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat merupakan salah satu desa yang cukup Populer di Jawa Barat. Pada 2020 desa sukatani dihuni sekitar 4.270 penduduk.

Konon asal mula nama Sukatani berasal dari Desa Bendul sebagai salah satu desa pertama pada pemerintahan Belanda yakni sekitar tahun 1911.

Dahulu desa Bendul dipimpin oleh seorang kepala desa yang bernama Mandor Anwar. Lalu, tahun 1922 /1953 tokoh setempat bernama Mama Basir berhasil mendirikan KOPERASI Desa Bendul.

Baca Juga:  Selama Liburan Idul Adha 1444 H, Puluhan Ribu Wisatawan Kunjungi Purwakarta

Dilansir daridesa.com, desa bendul dahulu berhasil mengatasi Tekanan Belanda sehingga Desa Cinusa menjadi satu dengan Desa Bendul pada tahun 1926.

Desa Bendul, lama- kelamaan menjadi ramai dengan adanya pendatang yang ingin menetap dan tinggal di desa tersebut. 

Pada tahun 1950 – 1958 terjadilah perubahan nama menjadi Desa Sukatani yang sudah terkenal di kalangan penduduk atau desa sekitar bahkan terdengar sampai keluar kota kabupaten.

Konon, nama ‘Sukatani’ diambil karena masyarakat di desa ini mayoritas adalah Petani terutama petani singkong sebagai bahan baku menghasilkan Tape (Peuyeum Bendul).

Baca Juga:  Ridwan Kamil Akan Bantu Promosikan Wisata Alam di Banda Aceh-Meulaboh

Desa Sukatani pada tahun 1976 s/d 1983 mengalami pemekaran wilayah untuk pertama kalinya, yang dipimpin oleh lurah Sahdi Sutisna yaitu Desa Sukajaya dan Sukamaju.

Tidak hanya itu, Sukatani terus mengembangkan wilayahnya dengan lahirnya Desa Malangnengah serta dibaginya Desa Sukajaya menjadi Sukajaya dan Cijantung. Desa Sukamaju pun ikut dimekarkan menjadi tiga desa, yaitu Cilalawi, Cipicung dan Sukamaju.

Demikianlah Semua itu hasil pemekaran Desa Sukatani dari satu Desa menjadi tujuh Desa. Itulah satu kelebihan Lurah Sahdi pada saat itu.

Baca Juga:  SMPN 1 Kiarapedes: Menggapai Asa dari Perbatasan

Namun, adapun pembangunan SMA 1 Sukatani dilakukan pada periode tahun 1986 s/d 1984 yang dipimpin oleh Lurah Diat Sudiat serta peletak pondasi rencana pembangunan pasar Anyar.

Kini, Sukatani telah bertransformasi menjadi wilayah yang ramai di Purwakarta serta menjadi salah satu jalur lalu lintas yang sibuk dilalui oleh hasil pertambangan tanah dan batu andesit.(Red)