Menurutnya, peran strategis Kementerian Agama tidak hanya pada aspek pelayanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni dan kerukunan umat beragama, sejalan dengan program prioritas Menteri Agama.
H. Dudu Rohman juga mengakui bahwa Jawa Barat kerap mendapat sorotan terkait isu intoleransi. Namun di sisi lain, indeks kerukunan umat beragama di wilayah ini menunjukkan tren peningkatan.
“Kita terus berupaya bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga penyuluh agama, untuk menjaga Jawa Barat tetap damai dan harmonis,” ungkapnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dalam membangun komunikasi yang efektif serta memperkuat upaya pencegahan konflik.
“Peran kita adalah mengajak kepada kebaikan, menciptakan kesejahteraan, serta menjadi pendamai di tengah masyarakat. Nilai-nilai harmoni dan kedamaian harus terus kita jaga,” katanya.





