
Kini, waktu terus berjalan. Bagi Asgar, perjuangan meraih ilmu bukan hanya tentang dirinya, tetapi juga tentang masa depan masyarakat yang kelak akan ia layani.
Pertanyaannya, apakah kita rela membiarkan mimpinya kandas hanya karena satu tiket keberangkatan? (red).







