
Ia menjelaskan, proses pembuatan celengan dimulai dari pengolahan tanah liat, pembuatan cetakan, pembentukan, hingga pembakaran.
Seluruh tahapan memakan waktu sekitar 15 hari hingga siap dipasarkan. Dalam sehari, ia mampu memproduksi sekitar 50 buah, sementara pembakaran dilakukan seminggu sekali dengan kapasitas mencapai 300 celengan. Harga jualnya berkisar Rp6.000 hingga Rp15.000 per buah, tergantung ukuran.
Menurut Kang Dadang, celengan ayam jago merupakan warisan budaya masyarakat Anjun yang sudah ada sejak tahun 1904. Ia berharap pemerintah daerah terus mendukung pelestarian kerajinan tersebut.
Hingga kini, Kang Dadang mengaku belum pernah menerima bantuan pemerintah dan menjalankan usahanya secara mandiri dengan modal pribadi.





