
Hingga kini, tradisi tersebut masih lestari dan pasarnya tetap kuat, terutama di pasar lokal dan tradisional.
“Alhamdulillah, para pelaku IKM gerabah tradisional sudah memiliki pasar masing-masing, sehingga mereka bisa fokus pada produksi. Meski kita bersaing dengan produk dari negara lain, untuk celengan dan keramik tradisional peminatnya masih banyak,” jelasnya.
Selain celengan Ayam Jago,lanjut Mumun, pengrajin Plered juga memproduksi kendi dan pendil yang hingga kini masih dibutuhkan, termasuk oleh rumah sakit untuk keperluan persalinan.
Berdasarkan hasil survei lapangan, para pengrajin tradisional dinilai masih mampu bertahan dan bersaing, baik dari segi kualitas maupun pengembangan desain.





