PurwakartaUpdate.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah kini dibatasi menjadi lima hari dalam seminggu sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran negara.
Kebijakan yang diambil pemerintah ini diproyeksikan mampu menghemat dana hingga Rp20 triliun dari total alokasi anggaran yang direncanakan.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa penyesuaian ini merupakan upaya optimalisasi agar program MBG tetap berjalan efektif tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.
Ia mengungkapkan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan makanan segar tetap terjaga meski frekuensinya dikurangi.
“Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program makan bergizi gratis sebagai program dan program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu dan tetap memperhatikan pengecualian seperti untuk asrama, daerah 3T, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3).
Pengecualian bagi wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi tersebut diambil agar intervensi gizi tidak terputus bagi mereka yang paling membutuhkan.
Di luar kategori khusus itu, pemerintah menilai skema lima hari sudah cukup ideal untuk menyeimbangkan kebutuhan nutrisi siswa dan kemampuan fiskal.
Langkah penghematan ini merupakan bagian dari rencana besar transformasi ekonomi nasional.
Selain memangkas program besutan Presiden Prabowo ini, pemerintah juga memperketat pengeluaran lain, mulai dari pemberlakuan WFH bagi ASN, pembatasan kendaraan dinas, hingga pengurangan perjalanan dinas luar negeri.
Airlangga menyebutkan bahwa seluruh kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan budaya kerja yang lebih efisien dan produktif.
Ia pun mengajak dunia usaha dan masyarakat luas untuk memberikan dukungan penuh agar transisi menuju ekonomi yang lebih berdaya tahan ini berjalan mulus.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) merinci bahwa pembatasan jadwal ini hanya menyasar distribusi makanan segar (fresh food).
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut kebijakan ini justru membantu menjaga standar kualitas bahan pangan yang dikonsumsi siswa.
“Makanan fresh food dibagikan hanya lima hari untuk anak sekolah,” kata Nanik dalam keterangan tertulisnya.
Berbeda dengan anak sekolah, kelompok rentan lainnya tidak akan merasakan pemangkasan jadwal ini.
Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) tetap diprioritaskan mendapatkan bantuan sesuai mekanisme lama. Nanik memastikan bahwa untuk kategori tersebut, penyaluran Makanan Bergizi Gratis akan tetap berjalan hingga hari Sabtu.
Khusus untuk wilayah 3T yang sering terkendala logistik dan infrastruktur, pemerintah menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel.
Fokusnya bukan lagi pada masakan siap saji yang cepat basi, melainkan pada komoditas yang memiliki daya simpan lebih baik.
“Untuk wilayah 3T diberikan makanan kering, bukan makanan olahan. Contohnya seperti susu, buah, roti, dan bahan pangan lain yang lebih mudah disimpan serta didistribusikan,” pungkas Nanik.(red)





