Purwakartaupdate.com – Risiko terhadap perlindungan perempuan dan anak kian besar ditengah derasnya arus informasi digital. Kondisi ini mendorong penguatan peran penyiaran sebagai penyaring sekaligus pengarah konten yang sehat.
Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, menyebut isu tersebut menjadi prioritas yang harus terus dijaga. Lembaga penyiaran dipandang memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara pandang masyarakat.
Ia menjelaskan, televisi dan radio tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi. Peran keduanya juga mencakup upaya perlindungan sosial yang dapat mendukung kebijakan pemerintah.
“Permasalahan perempuan dan anak ini adalah isu strategis yang kami tetapkan, karena memang lembaga penyiaran ini menjadi satu institusi yang bisa membantu pemerintah dalam perlindungan perempuan dan anak,” katanya.
Ia menyoroti maraknya konten digital yang tidak ramah bagi kelompok rentan. Situasi tersebut dinilai semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi.





