Dengan kapasitas mencapai 3.700 kubik per hari, fasilitas ini di harapkan mampu mengurangi beban sampah secara signifikan. Khususnya di wilayah dengan produksi sampah tinggi.
TPA Sarimukti menjadi salah satu lokasi yang di proyeksikan sebagai pusat pengolahan sampah berbasis energi. Selama ini kawasan tersebut memang menjadi titik utama penampungan sampah dari berbagai daerah di Bandung Raya.
Program ini juga menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. Dukungan dari pemerintah pusat di harapkan mampu mempercepat realisasi program tersebut.
Dedi Mulyadi menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjalankan arah kebijakan nasional.
Target penyelesaian dalam kurun waktu tiga tahun menjadi gambaran optimisme pemerintah terhadap keberhasilan program ini. Meski demikian, implementasi di lapangan tetap membutuhkan komitmen kuat dari seluruh pihak yang terlibat.





