Purwakartaupdate.com – Pengusaha tempe di Kabupaten Purwakarta mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor dan plastik yang merupakan bahan baku.
Untuk bertahan dalam memproduksi tempe, para perajin di Kampung Lodaya, Nagri Kidul Purwakarta ini harus mengambil siasat agar produksi tetap jalan namun tidak merugi.
Kenaikan harga plastik yang disusul naiknya harga kedelai, membuat pengusaha tempe di Purwakarta, Jawa Barat, harus memutar otak agar usahanya terus berjalan. Salah satu cara yang akhirnya menjadi pilihan adalah mengurangi ukuran tempe
Salah satu perajin yang terdampak atas kenaikan harga plastik dan kedelai ini adalah Sujoyo di Kampung Lodaya Kelurahan Nagri Kidul Purwakarta.
“Harga plastik pembungkus naik drastis, dari Rp 33 ribu menjadi Rp55 ribu.”kata Sujono.Jumat (10/4).





