Purwakartaupdate.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengambil langkah antisipatif menghadapi dampak yang muncul pada sektor perdagangan akibat konflik Iran dan Amerika Serikat (AS). Salah satunya dengan menjembatani pelaku usaha Jawa Barat dengan pembeli potensial di pasar nontradisional.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Nining Yuliastiani mengatakan, hal itu dilakukan dengan mengadakan presentasi bisnis (pitching business) secara daring dengan target negara berbeda-beda. Langkah ini melibatkan Atase Perdagangan dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).
“Kami mendorong pelaku usaha melakukan diversifikasi pasar tujuan ekspor agar tak terkena dampak negatif dari konflik Iran dan Israel bersama Amerika Serikat,” ujar Nining, Selasa (17/3/2026).
Langkah lainnya yakni optimalisasi pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional dan penguatan sistem informasi intelijen pasar guna menginformasikan perkembangan regulasi global.
Saat ini, tersedia 14 Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) di kabupaten/kota se-Jawa Barat yang siap memfasilitasi pembuatan SKA/ Certificate of Origin (COO) guna memanfaatkan skema preferensi tarif bagi para pelaku usaha.





