Pemdaprov Jabar juga berkomitmen untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha Jawa Barat melalui penyelenggaraan pelatihan ekspor bertajuk Export Coaching Program (ECP) yang bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) di tahun 2026 serta meneruskan Program Pendampingan Produk Potensi Ekspor Jawa Barat (Prospek Pesat) yang sudah diadakan selama dua tahun terakhir.
Ke depannya, Pemdaprov Jabar akan terus memantau situasi konflik antarnegara secara saksama agar daya saing komoditas lokal tetap kompetitif. Diharapkan kondisi geopolitik saat ini tidak berlanjut menjadi krisis ekonomi global yang berkepanjangan sehingga target-target ekonomi daerah dapat tercapai sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Selain itu, koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah pusat, termasuk kementerian/lembaga terkait, seperti Kemendag dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Dikatakan Nining, Pemdaprov Jabar telah menerima laporan para pengekspor yang telah merasakan dampak signifikan dari konflik antarnegara berupa lonjakan biaya logistik dan tantangan ketersediaan bahan baku akibat durasi pengiriman yang lebih panjang.
Kendala lain adalah keengganan pihak asuransi memberikan proteksi untuk pengiriman ke wilayah Timur Tengah karena profil risiko yang dinilai terlalu tinggi.





