
Impor Jawa Barat Desember 2025 mencapai nilai USD 1,08 milyar atau naik 26,57 persen secara month to month dibandingkan November 2025. Namun secara year on year impor mengalami penurunan sebesar 7.64 persen dibandingkan Desember 2024, dan secara kumulatif Januari-Desember 2025 mengalami penurunan 8,87 persen dibandingkan Januari-Desember 2024.
“Struktur penggunaan impor sepanjang 2025 didominasi oleh bahan baku/penolong sebesar 81,34 persen, barang modal sebesar 10,50 persen, dan barang konsumsi sebesar 8,16 persen.”, rinci Ninik.
Menurut golongan barang, nilai impor terbesar sepanjang Januari-Desember 2025 yaitu mesin dan perlengkapan elektrik senilai USD 1,61 milyar, mesin dan peralatan mekanis senilai USD 0,99 milyar, plastik dan barang dari plastik senilai USD 0,92 milyar.
Sedangkan menurut negara, impor terbesar ke Tiongkok senilai USD 4,07 milyar, Jepang senilai USD 1,39 milyar, dan Korea Selatan senilai USD 1,35 milyar.
“Selama periode Januari-Desember 2025 neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus USD 26,81 milyar, dengan nilai ekspor mencapai total USD 38,72 milyar dan impor senilai USD 11,91 milyar,” jelas Ninik.





