Wadaw! Limbah Medis Covid-19 di Jawa Barat Meningkat 10 Kali Lipat

PURWAKARTAUPDATE.com | Kementerian Lingkungan Hidup mengungkapkan, limbah medis penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Barat meningkat 5-10 kali lipat pada periode Maret-Juli tahun ini.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, limbah medis di Jabar pada 9 Maret mencapai 74,03 ton. Sementara pada Juli mencapai 836,975 ton atau naik 10 kali lipat.


“Jadi kelihatannya ada korelasinya (peningkatan kasus dengan melonjaknya limbah), tapi mungkin harus dilihat kembali,” kata Menteri Nurbaya seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga:  Video: Haru!, Seorang Ibu Berjuang Melahirkan Bayinya yang Telah Meninggal

Total limbah medis yang berhasil di data pemerintah hingga 27 Juli mencapai 18.460 ton. Menurut Menteri Nurbaya, Asosiasi Rumah Sakit harus melakukan pemusnahan limbah hingga 383 ton per hari.

Limbah medis menurut dia terdiri dari infus bekas, masker, botol vaksin, jarum suntik, face shield, perban, APD, sarung tangan, alat PCR antigen dan alkohol pembersih swab. “Semua itu limbah medis beracun dan berbahaya,” singkatnya.

Menteri Nurbaya menyampaikan bahwa Presiden Jokowi meminta agar penanganan limbah medis diintensifkan. Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp1,3 triliun untuk membangun fasilitas pemusnahan limbah medis.

Baca Juga:  60 Persen Warga Jabar Alami Tekanan Psikis Sepanjang Pandemi Covid-19

Sebanyak Rp600 miliar di antaranya akan diberikan kepada daerah untuk menangani limbah medis di wilayahnya masing-masing.

“Arahan presiden tadi dengan fasilitas dan dukungan anggaran yang ada, apakah dari dana Satgas Covid-19, atau dari dana untuk daerah bisa dipakai,” tandasnya.(Red)