
Ketidakkonsistenan kebijakan yang terjadi saat ini jelas melemahkan semangat guru honorer dan menegaskan bahwa pemerintah belum benar-benar siap mengutamakan pembangunan sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Ketergantungan penghasilan guru honorer pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semakin memperparah situasi.
Dana BOS yang sering kali tidak stabil dan terbatas kapasitasnya menyebabkan banyak sekolah mengalami kesulitan dalam membayar honor guru secara penuh dan tepat waktu.
Kondisi ini tidak hanya menciptakan ketidakpastian finansial bagi guru, tetapi juga mengindikasikan lemahnya pengelolaan fiskal dan administratif di tingkat daerah, yang mestinya bisa menjadi fondasi perbaikan.
Contoh nyata dari pengalaman guru honorer di SMP Negeri 12 Makassar, Budi Santoso, memperlihatkan bagaimana ketidakpastian pembayaran honor berdampak langsung pada semangat mengajar dan fokusnya dalam membina siswa.

