Jasa Tirta II Bersama NARBO Gelar Webinar Bahas Pengelolaan Bencana dan Infrastruktur Air

PURWAKARTA – Purwakarta Update – Water and Renewable Energy Learning Center Jasa Tirta II berkolaborasi dengan Network of Asian River Basin Organization (NARBO) kembali menghelat webinar internasional yang bertajuk “The 3rd NARBO Webinar: Water-related Disaster Management and Water Infrastructure (Structural and Non Structural) Development at the Basin Level to Enhance Water Security”.

The 3rd NARBO Webinar dilaksanakan secara daring pada Selasa, 3 Oktober 2023 dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basuki Hadimoeljono, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia, Direktur Utama Jasa Tirta II Imam Santoso.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dr. Ir. M. Basuki Hadimoeljono, MSc. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR, Ir. Bob Arthur Lambogia, M.Si., menyoroti tantangan-tantangan mendesak yang dihadapi dunia saat ini, mulai dari bencana hidrometalurgi hingga dampak yang luas dari perubahan iklim yang pada akhirnya membuat kebutuhan akan inovasi menjadi sangat mendesak.

Program-program yang ada harus disesuaikan dan dimodifikasi untuk memastikan hasil yang berkualitas dan berkelanjutan. Modifikasi seperti ini, katanya, dapat membantu mengurangi dampak ekonomi fenomena iklim seperti El Nino terhadap masyarakat yang terdampak.

Baca Juga:  Video: Ini Dia Keunikan dan Ciri Khas Desa Sirnagalih Bandung Barat

Chairman of NARBO sekaligus Direktur Utama Jasa Tirta II Imam Santoso menyampaikan Webinar NARBO ke-3 berperan penting sebagai salah satu persiapan Road to the 10th World Water Forum yang akan diselenggarakan di Bali.

Dalam webinar yang mengusung tema “Water-related Disaster Management and Water Infrastructure Development at the Basin Level to Enhance Water Security.” ini juga ditekankan bahwa peristiwa cuaca ekstrem dan anomali curah hujan berkontribusi pada wabah penyakit terkait air, membuat pentingnya keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam adaptasi terhadap perubahan iklim.
Direktur Utama Jasa Tirta II Imam Santoso menyampaikan paradigma baru dalam pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang perlu mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh banjir dan kekeringan dengan mengadopsi langkah-langkah struktural yang lebih sedikit dan lebih menekankan pada nilai-nilai ekologi.

Paradigma baru tersebut di antaranya memperhatikan aspek kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, kebutuhan dasar ekosistem terhadap air harus terpenuhi, penggunaan alternatif non-struktural untuk memenuhi tuntutan harus mendapat prioritas lebih tinggi, prinsip ekonomi harus lebih sering diterapkan, sistem pasokan baru, bila diperlukan, harus fleksibel dan efisien, dan keterlibatan LSM, individu, organisasi penelitian independen, dan seluruh pemangku kepentingan lain yang terkena dampak dalam pengelolaan air.

Baca Juga:  Selamat! Jabar Bebas PPKM Level 4, Enam Daerah Siap Gelar PTM Terbatas

Selanjutnya, disparitas antara negara-negara yang paling rentan terhadap perubahan iklim dan keterbatasan mereka dalam mengakses sumber daya untuk adaptasi mendorong diskusi lebih lanjut mengenai masalah ini dalam persiapan 10th World Water Forum di Bali pada tahun 2024.

Dalam webinar ini, diisi materi dan diskusi dari beberapa negara anggota NARBO di antaranya Chair Development Finance of IHRO Dr. Naseer Gillani, Assistant Director International Affairs Division Dr. Keisuke Hatano, Director for International Coordination of River Engineering, Water and Disaster Management Bureau Ministry of Land Infrastructure, Transport and Tourism Mr. Kikuta Tomoya, Secretary General of INBO Mr. Eric. Tardieu.

Diskusi tersebut dimoderatori oleh Dr. Ismail Widadi, ST., M.Sc dari Sekretariat NARBO dan closing remarks dari Director General, International Affairs Japan Water Agency Mr. Takaaki Kusakabe.

Baca Juga:  Video: [Tidak Humanis] Pakai Masker Terbalik, Pria Tunanetra ini Didenda 50Ribu

Seperti yang diketahui, webinar yang diselenggarakan oleh Network of Asian River Basin Organizations (NARBO) ini telah berhasil mengumpulkan akademisi, peneliti, bisnis, serta praktisi yang bertanggung jawab dalam menyediakan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan DAS dari seluruh dunia.

Sejak tahun 2003, NARBO telah didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan Pengelola Sumber Daya Air (SDA) dalam menerapkan Integrated Water Resources Management (pengelolaan terpadu sumber daya air) dan tata kelola air. Hal ini dilakukan melalui pelatihan serta pertukaran informasi dan pengalaman antara organisasi pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) dari beberapa negara yang menjadi bagian dari NARBO.

“Melalui webinar ini saya berharap kita dapat memperkuat hubungan kita dalam NARBO untuk mengelola sumber daya air, meningkatkan profesionalisme kita dengan berbagi pengalaman, dan mengadopsi teknologi yang paling baik diimplementasikan di masing-masing negara,”ucap Direktur Utama Jasa Tirta II Imam Santoso.