Purwakartaupdate.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kompleksitasnya persoalan tambang di Jawa Barat. Tidak hanya yang ilegal, menurutnya yang legal pun tidak luput dari berbagai masalah yang merugikan masyarakat dan berujung pada kerusakan lingkungan.
Dia menjelaskan, tambang legal di Jawa Barat bukan tidak meninggalkan persoalan. Mulai dari praktik manipulatif angka hingga hilangnya lahan hijau yang berbahaya bagi kehidupan jangka panjang.
“Jangankan yang ilegal, yang legal pun harus dibenarkan,” kata Dedi di Bandung, Kamis (5/3). Dia mencontohkan, perusahaan tambang yang legal banyak yang praktiknya tidak sesuai perizinan.
“Izin nambangnya di sini, tapi nambangnya di sana. Izin nambangnya 10 hektare, tapi di lapangan nambang 100 hektare,” kata dia. Bahkan, Dedi menegaskan banyak pelaku pertambangan yang lahan eksploitasinya melebihi dari yang diizinkan.
Parahnya lagi, tambah dia, pembayaran pajak yang disetorkan kepada kas negara tidak sesuai dengan realitanya karena memanipulasi angka yang dikerjasamakan dengan oknum birokrat.





