
“Kami percaya kontribusi industri pertanian tidak berhenti pada penyediaan benih. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem agar inovasi berjalan seiring dengan edukasi, produktivitas sejalan dengan keberlanjutan, serta memastikan pertanian tetap relevan bagi generasi berikutnya,” katanya.
Kerja sama ini mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian berbasis ekosistem, yang menekankan sinergi antara kebijakan, inovasi, dan transfer pengetahuan.
Model kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan sektor pertanian daerah tidak hanya bertumpu pada input produksi, tetapi juga pada peningkatan kompetensi, kesinambungan pembelajaran, dan kesiapan generasi penerus untuk terlibat aktif.
Dengan pendekatan tersebut, Purwakarta diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai daerah dengan potensi hortikultura yang dikelola secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap agenda ketahanan pangan nasional. (Riyan Kurnia)





