Sinergi antara sekolah dan rumah menjadi kunci keberhasilan program pendidikan karakter pelajar ini. Sadiyah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada guru, pemuka agama, serta orang tua yang telah berkolaborasi aktif menyukseskan agenda tahunan tersebut.
Senada dengan hal itu, Ketua Penyelenggara Masantren di Sakola, Dede Supendi, melaporkan bahwa kegiatan ini menargetkan penguatan intelektual sekaligus emosional.
Target akhirnya adalah melahirkan generasi yang disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial tinggi di momen Ramadan 2026.
“Melalui Masantren di Sakola, kami berharap seluruh peserta didik di Purwakarta dapat menguatkan keimanan, menumbuhkan akhlak mulia, disiplin, dan kepedulian sosial. Program ini menjadi momentum strategis dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual, dengan dukungan penuh dari guru, orang tua, dan seluruh ekosistem pendidikan,” pungkas Dede.(red)





