
“Generasi yang diharapkan bukan hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki hati yang peduli dan keberanian untuk bertindak,” ucapnya.
“Melalui aksi-aksi ekologi seperti memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, menghemat air dan energi, membuat kompos, menanam dan merawat pohon, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah, Pesantren Ekologi diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dalam pembelajaran dan budaya sekolah,” harapnya.
Kadisdik pun menegaskan, dalam pendidikan ekologis, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga harus menjadi teladan dalam perilaku ramah lingkungan.
“Peserta didik juga tidak hanya diposisikan sebagai pelajar, melainkan generasi yang sedang disiapkan untuk menjadi pelestari dan pemakmur bumi,” tegasnya.
Menurutnya, perubahan besar tidak harus selalu dimulai dari langkah besar, tetapi berawal dari kebiasaan dan aksi-aksi kecil yang dilakukan secara konsisten, tulus, dan dilandasi kesadaran kolektif.





