
“Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat mendorong kesadaran hidup ekologis sebagai core value (nilai utama) dalam membangun pendidikan karakter,” ujarnya.
Implementasi nilai tersebut, ungkapnya, diwujudkan melalui lingkungan sekolah yang bersih, tertata rapi, asri dan hijau, mandiri dalam pengelolaan sampah, serta memanfaatkan setiap jengkal lahan untuk ditanami pohon dan berbagai jenis tanaman pangan.
“Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari spirit kebangkitan kedaulatan pangan, sekaligus pelestarian lingkungan yang dimulai dari satuan pendidikan,” harapnya.
Kadisdik pun mengajak seluruh sekolah untuk melaksanakan aksi-aksi ekologi secara serentak dan berkelanjutan agar memberikan dampak nyata terhadap perbaikan kualitas lingkungan serta menjadi solusi konkret atas krisis ekologi yang terjadi secara global.
“Semoga, Pesantren Ekologi bisa menjadi ruang tumbuh karakter ekologis yang kuat yang mencerminkan praktik nilai-nilai keislaman dalam menjaga dan melestarikan bumi,” pungkasnya.(*)





