Namun, menurut Dedi, pendekatan hukuman seperti itu perlu dipertimbangkan kembali agar lebih berdampak pada pembentukan karakter.
“Menurut saya, hukuman tidak harus selalu berupa skorsing, tapi harus punya nilai edukatif untuk membentuk karakter,” tegasnya.
Sebagai alternatif, ia menyarankan agar siswa diberikan pembinaan melalui tanggung jawab langsung di lingkungan sekolah, seperti membersihkan halaman, menyapu, hingga menjaga kebersihan toilet setiap hari.
“Lebih baik siswa diberikan tanggung jawab membersihkan lingkungan sekolah setiap hari agar tumbuh rasa tanggung jawab dan empati,” lanjutnya.





