Salah satu momen favorit siswa adalah menonton film tentang mukjizat Nabi Muhammad SAW, yang membuat mereka memahami kisah Nabi dengan cara menyenangkan dan mudah diingat.
Selain aspek keagamaan, kegiatan ini menekankan nilai kepedulian sosial. Anak-anak belajar gemar bersedekah dan berbagi, sehingga mereka memahami bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menebar kebaikan bagi sesama.
Guru pendamping, Rahma, menjelaskan bahwa kegiatan Masantren di Sakola bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini dengan cara sederhana namun menyenangkan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak memahami makna Ramadan. Tidak hanya hafalan doa, niat, dan surat pendek, tetapi juga praktik salat dan kebiasaan berbagi kepada sesama,” ujarnya, saat acara penutupan Masantren di Sakola, Jum’at (13/3/2026).





