Terkait fenomena meningkatnya laporan terhadap guru oleh orang tua, Agus menilai hal tersebut menunjukkan perlunya keseimbangan dalam perlindungan terhadap guru dan siswa.
“Saat ini guru sedikit melakukan kesalahan bisa langsung dilaporkan. Ini berdampak pada menurunnya wibawa guru. Namun, langkah hukum sebaiknya menjadi pilihan terakhir. Yang utama adalah membangun komunikasi dan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa,” ungkapnya.
Ia juga menilai keterlibatan pihak eksternal seperti TNI dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) belum tentu efektif dalam membentuk kedisiplinan.
“Menurut saya, guru sudah cukup untuk menanamkan disiplin. Keterlibatan TNI di sekolah justru bisa berdampak kurang baik jika tidak tepat penerapannya,” tambahnya.





