Ke lima pilar utama Gapura Panca Waluya yakni cageur artinya sehat jasmani dan rohani. Bageur artinya berperilaku baik, bermoral, dan santun. Bener yang berarti jujur, berintegritas, dan benar.
Kemudian, pinter artinya cerdas, pintar, dan kompeten. Serta singer yang berarti cepat, tanggap, kreatif, dan terampil (sigap).
“Kalau dilihat uniformnya itu sekolah yang di gadang-gadang sebagai sekolah favorit di Kabupaten Purwakarta. Tapi kok bisa muncul atraksi yang tidak terpuji. Pelecehan dan tidak ada rasa hormatnya terhadap seorang ibu guru,” Ujar Agus.
Menurutnya, terlepas itu expresi anak-anak untuk konsumsi dilingkungan kelasnya karena kurang simpatik terhadap gurunya, tapi kalau sudah muncul diranah publik, itu menjadi perbuatan yang kurang etis dan tidak beretika.
“Di balik satu tindakan kecil yang tampak sepele, tersembunyi dampak besar yang bisa melukai nama baik sekolah dan menggoyahkan kepercayaan masyarakat. Kadang, hal kecil yang kita anggap biasa justru meninggalkan jejak yang dalam,” kata Agus.
Dari peristiwa ini, kata dia, Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta berharap tidak terjadi lagi di sekolah manapun.
“Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi siswa lainnya, agar lebih bijak dalam bersikap dan berpikir sebelum bertindak terlebih di era digital yang serba cepat dan mudah tersebar. Lakukan komunikasi dua arah antara guru dan murid, agar terbangun jalinan rasa saling menghargai dan menghormati,” pungkas Agus. (*)





