Menurut Sonny, publikasi rutin ini bertujuan agar para orang tua siswa, ibu hamil, hingga ibu menyusui dapat memantau secara langsung standar gizi yang diterima.
Dengan adanya laporan digital yang diperbarui setiap hari, diharapkan tidak ada lagi celah bagi penurunan kualitas layanan di lapangan.
Selain fungsi pengawasan digital, BGN secara terbuka mempersilakan seluruh masyarakat, termasuk warga Purwakarta, untuk bersikap kritis.
Jika ditemukan sajian menu MBG yang tidak layak konsumsi atau tidak sesuai dengan standar gizi yang dipublikasikan, masyarakat memiliki hak penuh untuk mengajukan keberatan langsung kepada pihak pengelola.
“Apabila tidak sesuai, masyarakat bisa protes. Itu salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas publik,” tegasnya.





