Cakep! Mojang Purwakarta Ini Begitu Peduli Lingkungan dan Kelestariannya

PURWAKARTAUPDATE.com | Tanissa Puti Rahmadiva, Mojang Kabupaten Purwakarta tahun 2021 yang begitu peduli akan lingkungan dan kelestariannya.

Mahasiswi cantik jurusan Pengembangan Masyarakat Islam di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu mengajak masyarakat dan kaum milenial untuk melakukan gerakan nyata dalam peduli lingkungan.


Aksi nyata yang ia lakukan bersama temannya yakni pembuatan Bank Sampah menggunakan bambu asli dari Kampung Pagadungan, Desa Kertamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.

Tanissa bersama teman-temannya itu mengaplikasikan kegiatan tersebut dalam program Praktik Lapangan Terpadu (PLT) di Kampung Pagadungan, RT 04/03 Desa Kertamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.

“Bersama Athallah Hadi, Wildan Wahyudin, Ayu Nurfatimah, Destia Rahma, Rera Agistha dan Siti Annisaa Nufus, kami berharap langkah ini bisa menjadi langkah awal untuk mengajak kaum milenial dan masyarakat lebih peduli lingkungan,” ungkap Tanissa, pada Minggu (20/6/2021).

Baca Juga:  Seluruh Desa di Kecamatan Kiarapedes Adakan Penyemprotan Disinfektan

Dijelaskan wanita yang merupakan Mojang Kabupaten Purwakarta itu, pembuatan bank sampah ini merupakan aksi nyata dalam memerangi sampah plastik yang selama ini hanya berakhir begitu saja dan tak jarang melihat masyarakat membuang ke sungai.

Ia merasa terpanggil untuk menjadi bagian dari langkah melestarikan lingkungan dan mengurangi pencemaran yang mengganggu kesehatan.

“Bank sampah merupakan gerakan masyarakat bernilai budaya dan ekonomi, karena menciptakan budaya kebersihan dan bisa menghasilkan uang,” papar Dara cantik yang tercatat sebagai warga Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta itu.

Baca Juga:  Puluhan Warga Positif Covid-19, Kecamatan Kiarapedes Dirikan Dapur Umum

Nantinya, sambung Tanissa, di bank sampah ini, sampah-sampah akan dilakukan pemisahan seperti sampah plastik, kertas, logam dan botol kaca, serta sampah organik.

“Di Bank sampah ini nanti dipilah sampah plastiknya untuk dijual yang nanti hasilnya masuk ke kas RT dan RW untuk kegiatan masyarakat. Nah, untuk yang organiknya akan difermentasi menjadi pupuk kompos,” jelas Tanissa.

Terpisah, Pejabat Kepala Desa Kertamanah, Sundana mengapresiasi kinerja mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang sedang melaksanakan praktek lapangan terpadu di wilayah.

“Apresiasi kami berikan atas para mahasiswa yang telah memberikan pemahaman bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan bahaya sampah plastik yang membutuhkan waktu hingga ratusan tahun baru bisa terurai,” jelas pria yang akrab disapa Kisun itu.

Baca Juga:  Klaster Industri, 46 Pekerja di Purwakarta Positif Covid-19

Dirinya berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan peran serta mahasiswa dan perguruan tinggi dalam membantu mengatasi problematika yang sedang dihadapi masyarakat.

“Melalui kegiatan pengelolaan sampah di siani diharapkan terjadi perubahan cara pandang serta sikap masyarakat sekitar kami dalam menyikapi sampah sebagai keikutsertaan dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan program disertai munculnya inovasi-inovasi baru dalam mengatasi masalah sampah,” pungkasnya.(Gin)


Bagikan: