Camat Bungursari, Wita Gusrianita, mengatakan keikutsertaan wilayahnya membawa konsep yang unik dengan melibatkan kelompok “The Power of Emak-emak”.
“Ini bukan hanya festival bedug biasa. Dari Bungursari, kami membawa kekuatan ibu-ibu yang memainkan berbagai alat musik tradisional, mulai dari bedug, lesung, hingga tatalu dan lisu. Semua potensi ini murni dari masyarakat kami,” ujar Wita kepada wartawan di lokasi, Kamis, 19 Maret 2026.
Diketahui, Festival Dulag tahun ini diikuti oleh lebih dari 30 organisasi perangkat daerah (OPD) dan 17 kecamatan se-Kabupaten Purwakarta.
Setiap peserta menampilkan kreativitasnya melalui kolaborasi alat musik tradisional seperti calung, angklung, kendang, hingga dipadukan dengan drum modern.
Tidak hanya mengandalkan bunyi, para peserta juga berlomba menghadirkan visual yang menarik. Miniatur panggung dihias meriah, sementara para penampil mengenakan kostum unik yang mencerminkan identitas daerah masing-masing. (*)





