PurwakartaUpdate.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respons positif dengan tingkat kepuasan di atas 80 persen di wilayah Jawa Barat dan Bangka Belitung. Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberi catatan khusus mengenai porsi makanan yang dianggap masih kurang oleh para siswa.
Data riset menunjukkan, di Jawa Barat sebanyak 46,51 persen penerima manfaat menilai program ini sangat baik dan 39,53 persen menilai baik. Sementara di Bangka Belitung, 48,84 persen penerima manfaat menyebut sangat baik dan 34,88 persen menilai baik.
Ketua Tim Peneliti MBG dari Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan BRIN, Iwan Hermawan, menyebut pola kepuasan ini hampir merata di kalangan siswa, orang tua, hingga pemangku kepentingan.
“Jadi kalau dari sisi siswa dan orang tua, kita bisa bilang bahwa 80-90 persen di Jawa Barat bahkan di Babel juga 80 persen itu mengatakan program MBG sudah sangat baik dan baik. Sedangkan untuk persepsi pengaku kepentingan juga punya pola yang sama tapi mungkin nilainya agak sedikit berbeda kalau di Jawa Barat lebih kecil,” kata Iwan Hermawan dalam seminar di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Rabu (5/3/2026).
Keluhan Soal Porsi Makanan
Meski kualitas makanan dinilai sudah melampaui ekspektasi, kuantitas justru menjadi persoalan. Berdasarkan Analisis Importance-Performance, terdapat celah pada aspek ketepatan jumlah atau kecukupan porsi yang diterima siswa.





