
“Sehari paling hanya 15 kilogram. Itu pun karena bahan bakunya sulit didapat,” tambahnya.
Meski produksi menurun, lapak pengolahan kolang kaling milik Heri tetap didatangi pembeli. Selain bisa membeli langsung di lokasi produksi, harga yang ditawarkan juga relatif lebih terjangkau, yakni Rp20 ribu per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional.
Nurma, salah seorang pembeli, mengaku sengaja berhenti saat melintas untuk membeli kolang kaling sebagai bahan membuat kolak, sajian khas Ramadan.
“Saya beli untuk bikin kolak. Harganya juga lebih murah dibandingkan di pasar,” ujarnya.





