Dia membeberkan sekitar 56 persen wilayah Jawa Barat diperkirakan memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Sedangkan 66 persen wilayah mengalami awal musim kemarau lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologisnya.
“Wilayah yang lebih dahulu memasuki musim kemarau pada Maret 2026 meliputi sebagian kecil Bekasi dan Karawang,” beber dia.
Selanjutnya, pada April 2026 kemarau diperkirakan meluas ke Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, dan sebagian Cirebon.
Pada Mei hingga Juni 2026, musim kemarau diprediksi mencakup sebagian besar Jawa Barat, termasuk Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Ciamis, dan Banjar.
Di sisi lain, sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami kondisi lebih kering dari normal. Adapun 81 persen wilayah berpotensi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang.(genpi.co)





