Dikatakannya, distribusi penyaluran MBG dibagi dalam tiga trip sesuai jadwal sekolah dan kelompok penerima manfaat, yakni TK-SD pada trip pertama, SMP-SMA pada trip kedua, serta ibu hamil, balita, dan menyusui pada trip ketiga.
Diska menjelaskan, makanan tidak dimasak sekaligus, melainkan dimasak sesuai trip tetapi tetap dimulai dari pukul 24.00. Sebelum makanan didistribusikan, makanan selalu dicek kelayakannya oleh ahli gizi. Pemorsian juga diawasi agar saat pengemasan tetap hangat dan layak konsumsi.
“Hal ini penting agar masyarakat menerima makanan yang aman, sehat, dan siap disantap,” tuturnya.
Diska menegaskan besaran gizi yang ada pada menu MBG di SPPG Cilalawi ini sudah dipastikan memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).





