“Setiap menu MBG telah dihitung kandungan gizinya sesuai standar BGN sehingga penerima mendapatkan asupan gizi seimbang yang benar-benar dibutuhkan tubuh,” jelasnya.
Menurut Diska, menu MBG disusun satu hingga dua minggu sebelum pelaksanaan. Proses tersebut mempertimbangkan kebutuhan gizi dan ketersediaan bahan baku.
“Kami menyusun menu dua minggu atau satu minggu sebelumnya bersama ahli gizi dan akuntan. Apa saja yang akan diajukan menyesuaikan stok bahan baku yang tersedia,” ujarnya.
Dalam menyajikan menu, Disaka Menyebut, SPPG Cilalawi menganggap anak-anak sekolah adalah anak sendiri.





