Lebih lanjut, Purboyo menekankan pentingnya keseimbangan kemampuan prajurit, mulai dari integritas dan moral, kecerdasan intelektual, hingga ketangguhan fisik.
“Dengan keseimbangan itu, prajurit akan mampu menjalankan dua peran utama, yakni sebagai petarung sekaligus pembina teritorial,” ujarnya.
Latihan terpadu ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mencetak perwira yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam mendukung program strategis nasional seperti ketahanan pangan berbasis agroforestri.
Sementara itu, Komisaris PT Buntara Kreasindo Arinna Farm, Zakiah Nahdi, menyampaikan bahwa keberhasilan pengembangan agroforestri di lahan seluas ratusan hektare tersebut tidak terlepas dari sinergi dengan TNI.





