Ia menjelaskan, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini telah ditanami lebih dari 13.000 pohon buah. Setiap klaster seluas lima hektare dikelola oleh sekitar 14 tenaga kerja lokal.
“Alhamdulillah, masyarakat menyambut baik program ini. Tidak ada resistensi karena dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan didampingi Babinsa serta unsur TNI lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja, baik tetap maupun harian.
Di sisi lain, pelatihan juga menitikberatkan pada peningkatan kemampuan komunikasi publik. Salah satu Pasis, Denny Sopyan, menyebut simulasi konferensi pers dan doorstop menjadi pengalaman berharga bagi para perwira.





