Waspada, Selain Covid-19, Penyakit Ini Intai Warga Purwakarta

PURWAKARTAUPDATE.com | Seiring perayaan Lebaran, penyakit yang mengintai yang bisa menyerang terutama karena faktor konsumsi makanan yang tidak menentu. Selain itu pola tidur yang tidak menentu saat lebaran dan banyaknya kegiatan juga bisa menimbulkan berbagai penyakit.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta tengah memantau perkembangan penyebarannya Covid-19 dan diare.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan menuturkan, pasca lebaran ini ada dua penyakit yang juga diawasi. Yakni, diare dan inspeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Memang, kata Deni, kedua penyakit ini tidak terlalu membahayakan seperti halnya Covid-19, namun begitu tetap harus diantisipasi.

Baca Juga:  Sumpah Pemuda, Momentum Penuh Tantangan Terutama Hadapi Pandemi Covid-19

“Kalau berkaca dari pengalaman, penderita diare memang biasanya terjadi lonjakan setelah Lebaran. Mungkin, karena terjadi perubahan pola makan masyarakat setelah mengakhiri masa berpuasa selama sebulan,” jelas Deni, pada Senin (17/5/2021).

Deni juga mengatakan kewaspadaan pihaknya terhadap penyakit tersebut sangatlah beralasan. Mengingat, sudah menjadi agenda rutin dimana setiap tahun diare selalu mewabah pasca Idul Fitri.

“Apalagi saat lebaran, banyak orang yang tidak dapat mengontrol nafsu makannya karena kalap dengan sajian-sajian enak di atas meja makan. Dengan tidak mengontrol asupan makan selama lebaran, maka bisa mengalami berbagai masalah kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga:  Punya Masalah Dengan Rambut Anda? Coba Atasi Dengan Manfaat Lengkuas

Sehingga, lanjut dia, berbagai antisipasi perlu dilakukan pihaknya, selain pengawasan penyebaran Covid-19 yang memang menjadi agenda utama.

“Fokus kita memang sedang ke penanganan pandemi Covid-19. Tapi pelayanan untuk pasien ini juga menjadi agenda pengawasan di momen lebaran ini,” bebernya.

Untuk itu, sambung Deni, Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang jika menderita penyakit-penyakit tersebut. Karena, ISPA maupun diare pasti bisa diobati. Asalkan, penanganannya tepat dan cepat. Kuncinya, ada pada diri masing-masing. Yakni, pola hidup sehat dan hidup bersih tetap harus dijaga.

Baca Juga:  Wakapolri Pantau Langsung Puncak Arus Balik Lebaran 2022 di Cikopo Purwakarta

“Jaga pola hidup sehat. Termasuk, pola makan yang sehat dan higienis. Serta, mampu mengelola stres. Dengan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, maka penyakit ini bisa dihindari. Kalau memang sudah parah, maka segera bawa ke dokter,” pungkasnya.(Jabarnews.com)