
Ia menilai, di tengah mahalnya harga obat kimia pertanian, inovasi tersebut sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas perawatan tanaman.
“Selama ini kami cukup kesulitan menghadapi penyakit blas, apalagi harga obat-obatan kimia terus naik. Pelatihan dari adik-adik mahasiswa ini sangat bermanfaat. Praktiknya mudah dan bahan-bahannya ada di sekitar kami. Ini sangat membantu menekan biaya produksi kami,” ungkap Sobandi.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Taringgul Tengah. Kepala Desa Ade Kusnadi menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UNSIKA yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret atas permasalahan warga, khususnya di sektor pertanian.
Ia berharap ilmu dan praktik yang telah dibagikan dapat terus diterapkan oleh petani meskipun masa KKN telah berakhir.





