
“Kami sangat bangga dengan program Gema Tangkas ini. Mahasiswa UNSIKA tidak hanya datang untuk menjalankan tugas, tapi benar-benar membawa perubahan dan solusi nyata bagi kesejahteraan petani di desa kami. Saya berharap ilmu yang dibagikan ini terus diterapkan oleh warga meski masa KKN telah usai,” tutur Ade Kusnadi.
Program Gema Tangkas meliputi kegiatan sosialisasi bahaya penyakit blas, demonstrasi pembuatan fungisida cair berbahan alami, hingga pendampingan langsung dalam penerapannya di sawah.
Dengan mengusung semangat “Berpikir, Bergerak, Berdampak”, mahasiswa KKN UNSIKA Taringgul Tengah berharap inovasi ini menjadi langkah awal menuju pertanian yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Kabupaten Purwakarta. (Red)





