
Jika ada jarak, duduklah bersama. Jika ada ego, redamkan demi rakyat. Jika ada miskomunikasi, selesaikan di meja diskusi, bukan di kolom komentar.
Purwakarta tidak membutuhkan drama algoritma. Ia membutuhkan soliditas. Karena pada akhirnya, rakyat tidak memilih figur untuk saling bersaing dalam sorotan kamera mereka memilih pemimpin untuk berjalan seiring membangun daerah. (Rasti Mulya Atini)

