“Selama ini kan administrasi berjalan dengan baik. Kemudian, realisasi belanja anggaran malah over,” ujarnya.
Bagi mantan Bupati Purwakarta ini, transisi ini menguntungkan kas negara. Ia menilai pengurangan aktivitas di kantor otomatis memangkas biaya rutin, terutama alokasi bahan bakar untuk kendaraan operasional yang selama ini membebani anggaran.
“Dengan WFH kami kan sudah BBM-nya berkurang. Kami kan sudah berlangsung lama, artinya tidak ada problem dengan itu semua,” tegas Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, kebijakan WFA ASN ini mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto memberi instruksi tegas dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3). Memanasnya konflik di Timur Tengah memaksa pemerintah pusat memutar otak agar cadangan devisa dan energi nasional tidak tergerus.
Presiden Prabowo kini melirik sejumlah opsi darurat. Mulai dari memperketat kegiatan seremonial hingga menerapkan sistem kerja dari rumah secara nasional.
Targetnya jelas, yakni memastikan ekonomi tetap tegak berdiri meski situasi global sedang tidak menentu.(red)





