“Perjuangannya panjang dan tidak mudah. Tetapi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengelolaan arsip,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa arsip bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan dokumen penting yang menyimpan sejarah perjalanan daerah dan dapat menjadi dasar penyelesaian berbagai persoalan di masa depan.
“Arsip adalah dokumen berharga. Bahkan keputusan hukum bisa berubah hanya karena satu lembar dokumen yang ditemukan,” ucap Aan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Disarpus Purwakarta juga menggelar kegiatan sosial dengan memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, pelepasan pegawai yang memasuki masa pensiun, hingga kegiatan olahraga bersama seluruh pegawai sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur atas capaian yang diraih.





