Kadisdik kembali menegaskan, selain penguatan karakter dan kebersihan lingkungan sekolah, mempersiapkan lulusan agar siap bekerja juga menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar, Hendra Kusuma Sumantri menjelaskan, aplikasi Nyari Gawe telah diluncurkan sejak Oktober 2025 dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Hingga akhir Maret 2026, tercatat lebih dari 382 ribu pencari kerja telah terdaftar, dengan total lebih dari 14 ribu lowongan pekerjaan dari ratusan perusahaan yang tergabung,” jelasnya.
Aplikasi ini, ungkapnya, menyediakan berbagai fitur. Seperti, pencarian lowongan kerja berbasis lokasi, pelacakan status lamaran, tes psikologi hingga analisis profil berbasis kecerdasan buatan (AI profile analysis) yang membantu pengguna mendapatkan rekomendasi pekerjaan sesuai kompetensi.
Pemerintah juga, tambahnya, terus mendorong keterlibatan perusahaan untuk bergabung dan aktif membuka lowongan serta melaporkan proses rekrutmen melalui platform tersebut.





