
Pesantren Ekologi, lanjut Kadisdik, menghadirkan pendekatan pembelajaran melalui tahapan Pancaniti, yaitu niti harti, niti surti, niti bukti, niti bakti hingga niti sajati.
“Niti harti mengajarkan bahwa kepedulian harus berangkat dari hati; niti surti melatih kepekaan membaca tanda-tanda alam; niti bukti diwujudkan dalam aksi nyata; niti bakti membangun konsistensi, serta niti sajati menegaskan bahwa perubahan kecil yang ditanamkan akan bertransformasi menjadi karakter dan jati diri,” paparnya.
Kadisdik menambahkan, menanam pohon bukan hanya menanam batang dan akar, tetapi menanam kesabaran, harapan, dan tanggung jawab bagi generasi mendatang.
“Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah pesan bagi masa depan bahwa generasi ini memilih untuk merawat dan melestarikan, bukan merusak,” tegasnya.
Pendidikan ekologis ini, ungkapnya, sejalan dengan visi Pembangunan Pendidikan Karakter Pancawaluya di Jawa Barat, yaitu generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, singer.





