Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kepanikan yang selama ini sering terjadi ketika hasil seleksi diumumkan dan waktu untuk menentukan pilihan sekolah lain sangat terbatas.
“Lebih baik kesulitan diketahui sekarang saat masih ada waktu untuk memperbaiki. Daripada persoalan baru muncul setelah proses penerimaan ditutup dan kesempatan melakukan perbaikan sudah tidak ada,” katanya.
Selain meluruskan persepsi masyarakat, Gubernur juga menyoroti sejumlah kendala teknis yang muncul pada aplikasi layanan. Gubernur menilai, sebagian besar persoalan yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan aspek teknis sistem yang masih dapat disempurnakan.
Oleh karena itu, Gubernur meminta evaluasi segera dilakukan terhadap pengelolaan aplikasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Meski terdapat sejumlah kendala teknis, Gubernur menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena pelaksanaan SPMB masih memiliki waktu yang cukup untuk dilakukan pembenahan.





