Gubernur juga menjelaskan bahwa beberapa perbedaan hasil penilaian yang dipersoalkan masyarakat, umumnya berkaitan dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku, baik pada tingkat nasional maupun daerah, termasuk dalam penilaian prestasi dan persyaratan tertentu yang harus mengacu pada aturan resmi.
Gubernur pun mengimbau seluruh orang tua siswa untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Kepada seluruh orang tua siswa, saya minta tidak panik. Tujuan pemetaan ini justru agar kita bisa mengetahui berbagai persoalan lebih awal dan memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikannya,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur mendorong masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan indikasi pelanggaran. “Kalau memang ada, sebutkan siapa pelakunya, siapa gurunya, siapa pejabatnya, dan di mana kejadiannya. Laporkan saja, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Melalui peninjauan tersebut, Pemerintah Provinsi Jabar berkomitmen memastikan seluruh proses penerimaan murid baru berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.(*)





