Antara Lucu dan Iba, Keberadaan Badut Jalanan Mewarnai Jalanan di Purwakarta

Ilustrasi badut jalanan dengan karakter doraemon. (Foto: Net)

“Sedihnya tuh pas cuaca hujan, kalau kehujanan kostum jadi makin berat. Serba salah memang, kalau cuaca panas didalam kostum jadi pengap, napas tersengal-sengal karena seluruh tubuh mulai dari kepala hingga kaki tertutup kustom badut,” kata Andrian.

Terkait keberadaan badut-badut jalanan, salah seorang warga Purwakarta, Mado Asmadi mengatakan, berbagai macam mata pencaharian dijalani oleh warga untuk bisa bertahan di masa pandemi ini.


“Pekerjaan badut jalanan merupakan salahsatu mata pencaharian yang disediakan ruang-ruang publik. Buat saya tidak masalah, yang penting tidak bertindak kriminal, saya pikir para badut bukan pengemis yah, mereka bisa menghibur anak-anak,” kata Bang Mado.(dejurnal.com)

Baca Juga:  DPRD Jabar: Pandemi Covid-19, Program Rutilahu Jangan Terkena Refocusing Anggaran