Ia menyebut kesiapan keberangkatan berjalan normal tanpa kendala. Proses mitigasi telah dilakukan sejak awal.
“Biasa saja sih, normal. Alhamdulillah. Mungkin karena kesiapannya, mitigasinya sudah dari awal. Kondisi jemaah juga dilaporkan relatif baik,” ujarnya.
Dengan jadwal yang telah tersusun, kata Syamsi, pihak Kemenhaj Purwakarta memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar serta terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait demi kenyamanan dan keselamatan para jemaah.
“Keberangkatan jemaah ini menjadi momentum besar yang tidak hanya melibatkan kesiapan logistik, tetapi juga koordinasi lintas daerah demi memastikan ibadah haji berjalan aman dan khusyuk,” ucapnya.
Meski tergabung dengan daerah lain, Syamsi menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan memengaruhi kualitas pelayanan maupun pendampingan bagi jemaah asal Purwakarta.
Seluruh jemaah tetap memperoleh hak yang sama, baik dalam hal transportasi, akomodasi, maupun pembimbingan ibadah.
“Tidak ada perbedaan antara jemaah kloter murni maupun kloter gabungan,” tegasnya.
Syamsi juga mengimbau agar jamaah saling peduli dan membantu, khususnya terhadap jamaah lanjut usia, baik yang merupakan orang tua sendiri maupun bukan.
“Kami imbau agar para jemaah menjaga semangat ibadah dan kekompakan selama berada di Tanah Suci, serta mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. Ikuti bimbingan para petugas, saling membantu sesama jemaah, dan niatkan segalanya hanya karena Allah SWT,” pesan Syamsi. (*)





